Kelainan Jantung Bawaan Tidak Selalu Terlihat, Ini yang Perlu Orangtua Ketahui

Ilustrasi anak aktif bermain
Ilustrasi anak aktif bermain (Dok. Magnific)

Profil singkat:
Konsultan jantung anak yang berpraktik di BraveHeart Cardiovascular Center, RS Brawijaya Saharjo. Ia berfokus pada diagnosis, pencegahan, dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah pada bayi, anak-anak, dan remaja, termasuk kelainan jantung bawaan, penyakit jantung rematik, aritmia, hingga masalah tekanan darah pada anak. 

SETIAP tahun, sekitar 50.000 bayi di Indonesia lahir dengan kelainan jantung bawaan. Namun, sebagian besar kasus masih terlambat terdeteksi.

Ada bayi yang tampak baik-baik saja saat lahir. Namun, setelah beberapa bulan, ia mulai terlihat cepat lelah saat menyusu atau bernapas lebih cepat dibanding bayi seusianya.

Setelah diperiksa lebih lanjut oleh dokter, barulah diketahui bahwa bayi tersebut memiliki kelainan struktur jantung yang sudah terbentuk sejak dalam kandungan.

 

Mengapa kelainan jantung bisa tersembunyi?

Penyakit jantung bawaan bukanlah satu kondisi tunggal. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan berbagai kelainan struktur jantung yang terbentuk sejak masa kehamilan.

Bentuknya bisa beragam, mulai dari lubang pada sekat jantung, kelainan katup, hingga posisi pembuluh darah besar yang tidak normal.

Karena bentuk kelainannya berbeda-beda, gejala klinis yang muncul pun dapat bervariasi.

Pada sebagian bayi, gejala berat dapat terlihat segera setelah lahir, seperti warna kebiruan pada mukosa lidah atau kesulitan bernapas.

Namun, banyak juga kelainan yang tidak langsung menunjukkan tanda apa pun. Hal ini terjadi karena sirkulasi darah bayi masih dapat berkompensasi untuk sementara waktu.

Ketika bayi tumbuh, kebutuhan tubuhnya bertambah. Bayi juga mulai lebih aktif bergerak. Pada saat yang sama, perubahan sirkulasi alami setelah lahir mulai stabil sepenuhnya. Di fase inilah gejala dapat mulai terlihat.

Sayangnya, pada usia tersebut, orangtua sering kali sudah telanjur menganggap anaknya sehat. Akibatnya, tanda seperti menyusu terputus-putus, berat badan sulit naik, atau napas yang tampak lebih cepat dari biasanya kerap dianggap wajar.

Padahal, tanda-tanda tersebut dapat menjadi sinyal bahwa anak perlu diperiksa lebih lanjut.

 

Skor Apgar bukan jaminan

Salah satu miskonsepsi yang sering saya temui adalah anggapan bahwa bayi yang lahir menangis kuat dan memiliki skor Apgar baik pasti memiliki organ tubuh yang normal, termasuk jantung.

Padahal, skor Apgar dirancang untuk menilai kondisi bayi secara umum pada menit-menit pertama kehidupan. Skor ini bukan alat untuk mendeteksi kelainan struktur jantung.

Karena itu, skrining jantung pada bayi baru lahir menjadi sangat penting. Saya menyambut baik implementasi program skrining nasional karena langkah ini dapat membantu menemukan kelainan lebih dini.

Salah satu pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan adalah pengukuran saturasi oksigen pada tangan dan kaki bayi.

Pemeriksaan singkat ini dapat membantu mendeteksi penyakit jantung bawaan kritis. Jika dilakukan tepat waktu, hasilnya dapat mengubah perjalanan kesehatan anak ke depan.

 

Deteksi dini pada bayi baru lahir

Penyakit jantung bawaan memang terdengar menakutkan. Namun, kemajuan penanganan medis dalam dua dekade terakhir berkembang sangat pesat.

Bila terdeteksi dan ditangani sejak dini, sebagian besar anak dengan kelainan jantung bawaan kini dapat tumbuh dan menjalani kehidupan yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Karena itu, orangtua yang baru saja atau akan menyambut kelahiran anak sebaiknya bertanya kepada dokter atau bidan apakah skrining jantung sudah dilakukan.

Orangtua juga perlu memperhatikan sejumlah tanda, seperti napas cepat, menyusu terputus-putus, berat badan sulit naik, atau warna mukosa bibir dan lidah kebiruan.

Jangan ragu memeriksakan anak lebih lanjut bila tanda-tanda tersebut muncul. Pada kelainan jantung bawaan, deteksi dini dapat menjadi langkah penting untuk memberi anak kesempatan tumbuh dengan lebih baik.

Share to
BraveHeart Check Up

membantu Anda memahami dan menjaga kesehatan jantung untuk hidup lebih sehat.

Tim Dokter Multidisiplin Kami

Dipimpin oleh dokter senior terkemuka, tim kami terdiri dari dokter spesialis dan subspesialis terbaik dari dua rumah sakit penelitian nasional utama di Indonesia, bersatu dengan semangat untuk memberikan perawatan pasien yang unggul.

Baca artikel lainnya